Cara Pintar Budidaya Ikan Lele – Ulasan lengkap dan informatif

Budidaya ikan lele terbagi menjadi 2 jenis. Yang pertama adalah budidaya ikan lele jenis pembenihan. Dan yang kedua adalah budidaya ikan lele jenis pembesaran. Kedua jenis budidaya ikan lele tersebut, biasanya dilakukan oleh dua petani yang berbeda. Tujuan akhir budidaya ikan lele jenis pembenihan adalah untuk dijual kepada petani lainnya untuk dilakukan proses pembesaran. Di artikel ini kita akan membahas tentang cara budidaya ikan lele jenis pembesaran dengan ulasan yang lengkap dan informatif.

Membeli bibit ikan lele

Budidaya ikan lele dimulai dengan membeli bibit ikan lele yang baik. Bagi anda yang ingin mendapatkan hasil panen yang banyak dan ikan lele yang bagus, anda harus pintar dalam memilih bibit ikan lele dan mengetahui ciri ciri bibit ikan lele yang baik. Anda bisa membeli bibit ikan lele ini di tempat pembenihan ikan lele. Pemerintah memberikan sertifikat kepada petani pembenihan ikan lele yaitu sertifikat CPIB (cara pembenihan ikan yang baik ). Pemerintah menjamin bibit lele yang di jual oleh petani yang mengantongi sertifikat CPIB adalah kualitas terbaik. Jadi tips pertama untuk mendapatkan hasil panen ikan lele yang baik adalah membeli bibit ikan lele dari petani bersertifikat.

bibit ikan lele

bibit ikan lele – sumber gambar http://urbanina.com

Memilih bibit ikan lele yang baik

Cara pintar memilih bibit ikan lele yang baik adalah dengan mengetahui ciri cirinya. Bibit ikan lele yang baik harus berukuran seragam. Tidak boleh ada yang terlalu besar atau yang terlalu kecil. Jika anda membeli bibit yang tidak seragam. Maka ikan lele yang besar biasanya cenderung memangsa ikan lele yang kecil. Dan ini akan merugikan anda. Solusinya adalah dengan mengelompokkan ikan lele tersebut di beberapa kolam lele yang berbeda. Dan tentunya setiap kolam memiliki ukuran bibit ikan lele yang seragam.

Pilihlah bibit ikan lele yang sehat, anda bisa melihat dari gerakannya yang lincah, bentuk fisiknya sempurna, warnanya mengkilap dan anda juga bisa menanyakan kepada penjual tentang induk dari bibit ikan lele tersebut. Anda tanyakan riwayat kesehatan induknya, induknya merupakan jenis unggulan atau tidak, dan sifat genetik induknya.

Budidaya ikan lele unggulan

Bibit ikan lele unggulan yang sering di gunakan oleh para petani adalah bibit ikan lele jenis sangkuriang. Ikan lele jenis sangkuriang mempunyai keunggulan dibandingkan ikan lele dumbo biasa. Ikan lele sangkuriang dapat hidup meskipun di air yang berkualitas jelek, asalkan tidak ada zat kimia berbahaya didalamnya.

Masa pembesaran ikan lele sangkuriang lebih cepat dari ikan lele jenis dumbo. Ikan lele sangkuriang hanya membutuhkan waktu 45 – 60 hari pembesaran. Kemampuan bertelur dan daya tetas ikan lele sangkuriang lebih baik dibandingkan ikan lele dumbo. Ini akan sangat menguntungkan bagi para petani pembibit benih ikan. Ikan lele jenis sangkuriang lebih tahan dari penyakit dan kualitas daging ikan lele sangkuriang lebih baik dengan tekstur yang lebih padat dan sedikit kandungan lemak.

Menyiapkan kolam ikan lele

kolam terpal

kolam terpal – sumber gambar http://andrey-hurayra.blogspot.co.id

Budidaya ikan lele bisa dilakukan dengan menggunakan kolam sederhana yang terbuat dari terpal. Cara budidaya ikan lele di kolam terpal ini sangat digemari oleh para petani. Kolam terpal memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan kolam tanah.

Keunggulan Budidaya ikan Lele di Kolam Terpal antara lain:
  • Kolam terpal tidak membutuhkan lahan yang luas
  • Kolam terpal mudah dirubah ukurannya, bisa dikecilkan atau dibesarkan sesuai dengan keinginan.
  • Kolam terpal untuk budidaya ikan lele sangat mudah dibuat. Bahan yang mudah didapat dan dengan biaya yang relatif murah.
  • Air kolam mudah untuk dikeringkan pada saat panen. Bisa diisi kembali untuk menjaga air tetap bersih atau untuk dipakai ulang setelah panen.
  • Anda tidak perlu memikirkan tentang kondisi tanah. Perlu diketahui bahwa kondisi tanah yang sudah terkontaminasi zat kimia tidak baik untuk pembuatan kolam ikan lele.
  • Dengan kolam terpal ini, anda bisa dengan mudah melihat perkembangan ikan lele, mengamati dan mendeteksi hama penyakit.

Cara membuat kolam terpal

  • Menyiapkan bahan pembuatan kolam seperti, terpal sesuai ukuran yang anda inginkan, bahan kerangka kolam ( kayu, bambu atau besi ), tali dan paku untuk merekatkan kerangka kolam. Jika kerangka kayu atau bambu, anda akan membutuhkan gergaji dan palu sebagai bahan alat penunjang.
  • Menyiapkan bahan pembuatan saluran air dan pembuangan seperti pipa pralon ukuran 2, pipa sambungan berbentul siku, Klem berbentuk ring silinder digunakan untuk merekatkan pipa ( seperti perekat selang pada kompor gas, tetapi dengan ukuran lebih besar), karet ban dalam sepeda motor untuk mengikat pipa dan terpal agar tidak bocor.
  • Membuat kerangka kolam. Anda harus memastikan kerangka kolam yang anda buat sangat halus dan aman sehingga tidak melubangi terpal. Ukuran kolam yang baik untuk budidaya ikan lele adalah 1 meter persegi dengan kedalaman 1 – 1,5 meter per 100 bibit ikan lele.
  • Membuat saluran air dan saluran pembuangan. Sebelum terpal menyelimuti kerangka kolam, harus terlebih dahulu di lobangi, diberi sambungan pipa siku pada lobang tersebut dan direkatkan dengan karet ban juga dikuatkan lagi dengan klem ring silinder. Pada lokasi kerangka kolam, ditanamkan pipa pralon untuk saluran air dan pembuangan yang nantinya akan dihubungkan dengan sambungan pipa yang menempel pada terpal.
  • Meletakkan terpal pada kerangka kolam secara rapi dan kuat. Rekatkan dengan tali atau lem dan pastikan kolam terpal tidak bocor. siap digunakan untuk budidaya ikan
  • Kolam diisi air dengan kedalaman kirang lebih 60 cm. Isi dengan air yang bersih dan bebas dari zat kimia berbahaya.
  • Pengapuran dan memupukan kolam ikan lele. pengapuran bertujuan utuk menyeimbangkan kadar PH kolam dan membunuh mikro organisme yang merugikan. Anda bisa menggunakan kapur dolomit atau tohor. Sedangkan pemupukan berfungsi untuk menumbuhkan plankton pada kolam terpal. Plankton merupakan nutrisi alami ikan lele. pada tahap ini lakukan secara berkala 3 -5 hari sampai air kolam berwarna hijau.
  • Kolam terpal siap untuk diberi bibit ikan lele

Pemeliharan ikan lele

Proses pemeliharaan ikan lele di kolam terpal membutuhkan waktu 2 -3 bulan sebelum panen. Proses ini meliputi pemberian pakan lele, pengelolaan air kolam, pemberian PROBIOTIK, dan pengecekan kesehatan ikan lele secara berkala. Beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan saat proses pemeliharaan adalah:

  • Penggantian air kolam tidak dianjurkan sebelum panen tiba. Air didalam kolam harus tenang dan selalu tergenang. Menjaga ph air kolam dengan tidak terlalu sering menambah dan mengurangi air kolam.
  • Pakan ikan lele yang sering digunakan petani adalah pelet, cacing, keong mas dan plankton. Memberikan pakan ikan 5 -6 kali sehari, dengan jarak pemberian 2 – 3 jam.
  • Pemberian pakan ikan dianjurkan setelah matahari terbit, sinar matahari dapat mengurangi polusi udara di pagi hari.
  • Jangan memberikan pakan pada saat hujan. Air hujan berpotensi memberikan zat asap pada pakan ikan, ini tidak baik untuk kesehatan ikan.
  • Memberikan probiotik pada ikan lele. ada 2 cara pemberian probiotik, yang pertama dituangkan langsung ke air kolam. Dan yang kedua, dicampur bersama dengan pakan ikan lele. Probiotik bermanfaat untuk memacu pertumbuhan ikan dan meningkatkan daya tahan ikan lele terhadap penyakit.

Memanen ikan lele

Memanen ikan lele di kolam terpal tidak terlalu sulit. Anda hanya perlu menguras dan mengeringkan air kolam. Setelah habis air kolam, ikan lele akan mudah ditangkap.

 

baca juga

manfaat ikan lele
cara bisnis ternak ikan lele
pakan ikan lele alternatif
gambar ikan lele terbesar
umpan mancing ikan lele

Leave a Reply