Cara Ternak Ikan Koki

Cara ternak ikan koki – Ikan mas koki atau ikan koki merupakan salah satu ikan hias yang populer di indonesia. Ikan koki adalah salah satu jenis ikan mas. Selain diternak untuk konsumsi, jenis ikan mas juga ada yang diternak untuk dijadikan ikan hias, salah satunya adalah ikan mas koki ini. Ikan koki berasal dari siberia, daratan asia. Menurut sumber yang lain lagi, ikan koki berasal dari negeri cina. Entah dari mana pastinya ikan koki ini berasal. Tetapi menurut wikipedia, ikan koki sebagai ikan hias sudah ada dari jaman dahulu. Dan merupakan ikan yang pertama kali didomestikasikan dan dibudidaya.

 

Cara Ternak Ikan Koki

Cara Ternak Ikan Koki

 

Cara ternak ikan koki – cara beternaknya adalah seperti ikan hias biasa, anda harus menyiapkan aquarium untuk wadah ikan koki. Karena cara reproduksi ikan mas kiki adalah dengan bertelur, maka anda juga menyiapkan sebuah akuarium khusus untuk telur ikan koki. Sebelumnya anda juga harus memilih induk jantan dan betina yang baik. Kemudian setelah menetas, anda juga harus merawat ikan koki yang masih kecil hingga besar dengan memberi makanan tertentu untuk bayi ikan koki.

Menyiapkan akuarium

Siapkan akuraium khusus untuk pemijahan (proses, cara, perbuatan melepaskan telur dan sperma untuk pembuahan ) untuk ikan mas koki.

  • Kolam pemijahan 1,5 x 1 m dengan kedalaman 30 cm. Tinggi air dalam bak atau kolam 15 – 20 cm.
  • Akuarium 80 x 40 cm setinggi 40 cm. Kedalaman air cukup 20 cm saja.
  • Air untuk budidaya ikan mas koki pada dasarnya sama dengan sumber air bagi ikan hias jenis lain. Yang penting untuk diketahui, ikan koki menyukai air yang jernih. Sumber airnya bisa dari PAM, asal sudah diendapakan selama 24 jam sebelum dipakai.

Menyiapkan induk jantan dan betina

  • Umur induk yang siap untuk budidaya ikan mas koki, sebaiknya sudah tujuh bulan. Jika membeli induk jangan dua-duanya jantan atau betina.
  • Cara terbaik untuk menemukan kelamin yang juga merupakan pengalaman peternak ikan ialah, meraba sirip dadanya. Kalau terasa kasar dan nampak ada bintik-bintik putih, ia berarti jantan. Tetapi kalau bealiknya terasa halus berarti betina.
  • Tanda induk betina siap kawin ialah dengan meraba bagian perut, jika perutnya sudah gendut tetapi masih terasa keras, itu pertanda belum matang kelamin. Namun, jika perut gendut sudah terasa empuk, si betina sudah dekat untuk dipijahkan atau dikawinkan.
  • Menurut petani, setiap 20 hari sekali ikan koki akan mengeluarkan telur yang sudah dibuahi.

Proses Pemijahan

  • Saat memijah ia membutuhkan suhu hingga berkisar 27 – 30 derajat C. Untuk memperoleh suhu tersebut, maka air di dalam kolam pemijahan ditekan sampai 15 – 20 cm.
  • karena ikan koki suka bertelur menempel. harus disediakan tempat untuk melekatkan telurnya. Seperti tanaman eceng gondok atau tanaman air lainnya.
  • Setelah meletakkan kedua induk jantan dan betina, anda hanya menunggu sampai subuh hari dan anda akan melihat jentik benih menempel di tanaman eceng gondok.
  • Setelah memijah, pindahkan induk keakuarium yang lain.
  • Setelah dua hari telur akan menetas menjadi burayak seukuran jarum.

Pembesaran ikan koki

  • Sampai usia 6 hari burayak atau bayi-bayi ikan koki itu tidak perlu dikasih makan.
  • Pada tahap pembesaran benih ikan akan sangat membutuhkan sinar matahari atau suhu lebih hangat.
  • Makanan yang diberikan masih menggunakan cacing rambut, pemberian makan dapat dilakukan pada pagi hari dan jika pada sore hari masih ada sisa cacing sebaiknya segera dibuang.
  • Seminggu persis baru bisa ditangani yakni memberi makan berupa kutu air yang disaring. Kutu air ini meliputi dhapina, cyclops, moina, yakni jenis makanan ikan koki yang banyak dijual di toko penjual ikan hias, serta banyak tersedia di empang-empang.
  • Pada umur 20 hari ikan koki sudah bisa diberi jentik nyamuk atau cacing merah. Dan pada usia ini pun sudah bisa untuk dijual.

 

Baca juga

ikan koi termahal
jenis ikan koi
kolam ikan koi
harga ikan koi
budidaya ikan koi
jenis ikan arwana
jenis ikan hias

Leave a Reply