Cara Ternak Lele Di Kolam Tanah

Cara Ternak Lele Di Kolam Tanah – Ikan lele merupakan ikan yang hidup diair tawar dan sangat toleran terhadap lingkungan air yang keruh dan kotor. Ikan lele memiliki tubuh yang licin,tidak bersisik, tubuhnya pipih memanjang dan memiliki kumis serta sebagian besar memiliki patil kecil yang terdapat pada siripnya. Habitat asli ikan lele adalah perairan yang tenang dan berarus perlahan seperti rawa-rawa,danau,waduk dan sungai-sungai yang berarus lambat. Ikan lele memiliki daya tahan hidup yang lebih tinggi di bandingkan jenis ikan lainnya  Ikan ini dapat bertahan hidup diperairan yang kotor dan tercemar sekalipun, seperti got atau selokan Serta kolam pembungan limbah rumah tangga.

Cara Ternak Lele Di Kolam Tanah

Cara Ternak Lele Di Kolam Tanah

Untuk Cara Ternak Lele Di Kolam Tanah biasanya tidak jauh berbeda dengan ternak ikan lele pada umumnya. Malah terbilang lebih mudah dalam perawatannya.Kolam tanah adalah salah satu kolam yang proses pembuatannya paling mudah dan tidak perlu memerlukan modal. Selain itu menggunakan kolam tanah ada keuntungan yang didapat yaitu ikan lele bisa mendapat pakan alami. Karena didalam kolam tanah akan hidup berbagai hewan dan tumbuhan lain secara alami.dan semua itu bisa menjadi santapan ikan lele. Sebagai hewan omnivora pada dasarnya. Namun akan bersifat kanibal atau memakan yang lebih kecil dari ukuran tubuh nya saat ikan lele sedang kelaparan.

 

Persiapan kolam Cara Budidaya Pembesaran Ikan Lele pada umumnya meliputi pengeringan, pengolahan dasar kolam, pengangkatan lumpur hitam, perbaikan pematang dan saluran air, pengapuran, pemupukan, serta pengisian air kolam.

  1. Pengeringan

Pengeringan kolam bertujuan untuk membasmi hama dan penyakit, menghilangkan senyawa atau gas-gas beracun, serta untuk mengistirahatkan lahan. Proses pengeringan/penjemuran di dasar kolam dilakukan selama 3 – 7 hari, tergantung kondisi dan cuaca dan keadaan tanah. Pengeringan kolam dianggap selesai jika tanah dasar kolam menjadi retak-retak.

  1. Pengolahan dasar kolam

Selesai pengeringan, dasar kolam tanah perlu diolah. Pengolahan dasar kolam bertujuan untuk menggemburkan tanah, memungkinkan proses pengudaraan dalam tanah berlangsung sempurna, mempercepat berlangsungnya proses penguraian senyawa-senyawa organik dalam tanah, dan membuang gas-gas beracun supaya terlepas ke udara.

  1. Pengangkatan lumpur hitam

Tanah dasar kolam yang berlumpur, berbau busuk dan menyengat, serta berwarna hitam pekat, sebaiknya diangkat dan dibuang karena tiap tanah yang demikian itu sudah sangat asam. Lapisan tanah dasar kolam yang berwarna hitam tersebut dicangkul sedalam 5 – 10 cm, lalu diangkat dan dipindahkan ke pematang atau tempat lain di luar kolam.

  1. Perbaikan pematang dan saluran air

Perbaikan pematang perlu dilakukan jika ada yang rusak dan mencegah kebocoran pematang. Perbaikan pematang yang bocor dilakukan dengan menyumbat bagian yang bocor dengan tanah atau dengan ijuk. Sementara itu, perbaikan saluran dilakukan agar pemasukan air berjalan kancar. Perbaikan ini biasanya dilakukan pada saat pengeringan kolam atau bersamaan dengan pengangkatan lumpur.

  1. PengapuranPengapuran bertujuan membunuh hama, parasit, dan penyakit ikan. Jenis kapur yang digunakan  untuk pengapuran adalah kapur pertanian (CaCO3) atau dolomit dalam bentuk CaMg (CO3)2. Pemberian kapur disebar merata di permukaan tanah dasar kolam. Setelah pengapuran selesai, tanah dasar kolam dibalik dengan menggunakan cangkul. Jumlah kapur sekitar 60 – 200 gram/m2, tergantung kondisi pH tanah. Semakin rendah pH tanah maka kebutuhan kapur semakin banyak.
  1. PemupukanPemupukan berguna untuk menyediakan media tempat tumbuh pakan alami dan unsur hara bagi plankton yang menjadi pakan bagi ikan lele. Pupuk yang sering digunakan terdiri dari kotoran yang sudah kering dari ternak besar (sapi, domba, atau kerbau) dengan dosis 150 g/m2, pupuk urea 15 g/m2, dan TSP 10 g/m2. Dosis tersebut disesuaikan dengan kesuburan kolam.7. Pengisian air kolam

    Pengisian air kolam dilakukan setelah kegiatan pengapuran dan pemupukan selesai. Pengisian air kolam dilakukan dengan ketinggian air mencapai 40 – 50 cm dari dasar kolam. Waktu penebaran benih ikan, air kolam tetap dipertahankan pada ketinggian semula karena ukuran benih masih kecil. Ketinggian air kolam dinaikkan seiring dengan bertambahnya ukuran dan berat lele hingga ketinggian 100 – 150 cm, tergantung konstruksi dan ketinggian kolam.

    Setelah melalui tahapan persiapan kolam diatas, selanjutnya dilakukan penebaran benih. Padat penebaran benih yaitu jumlah ikan yang ditebarkan per satuan luas atau volume. Semakin tinggi padat penebaran benih, semakin intensif pemeliharaannya. Padat tebar benih lele di kolam tanah disesuaikan dengan ukuran kolam. Idealnya, untuk benih ukuran 3 – 5 cm kepadatan tebaran benihnya 500 – 1.000 ekor/m2. Untuk benih ukuran 5 – 8 cm bisa ditebarkan dengan kepadatan 200 – 500 ekor/m2. Sementara itu, benih ukuran 8 – 12 cm bisa ditebarkan dengan kepadatan 100 – 200 ekor/m2.

 

baca juga

Umpan Ikan Lele
Ikan Lele Terbesar
Pakan Ikan Lele Alternatif
fakta ikan piranha
pakan ikan mas
Umpan ikan tombro
Umpan ikan gabus
ikan gabus terbesar

Leave a Reply